
Alhamdulillah, proyek nasi kotak (naskot) Warteg Gaziantep sudah mulai berjalan Selasa kemarin. Mewujudkan ide yang dilontarkan mahasiswa yang kangen masakan rumah sementara modal kang warteg buat buka restoran insya Alloh belum ngumpul, hehe. Jadi, mari kita buat naskot aja.
Untuk edisi perdana, si naskot berharga 3TL itu berisi nasi, sayuran tumis dan ikan rica-rica (resep di bawah yah). Masih tanpa sambal atau kerupuk. Tapi ternyata tidak ada komplen. Mereka bilang yang penting masakannya bercita rasa Indonesia. Hmm, berarti kebap ayam ga mau ya? ^^
Pesanan pertama lumayan banyak. Dan untuk memudahkan pelayanan, ceile, kang warteg dibantu oleh salah satu mahasiswi yang tinggal tak terlalu jauh. Resmilah ia menjadi Sales Representative Warteg (belakangnya kurang keren, yah).
Selain nasi kotak, minggu ini ada juga kotak cemilan