![]() |
| Dunia kami yang sesungguhnya: Makan dulu, makan lagi, makan terus! |
Assalamualaikum.
Konteks dulu.
Kapan itu, aku menemukan sebuah twit di X, isinya begini:
3 tahun kita jadi dunianya4-12 tahun kita hanya kebagian sorenya13-18 tahun kita hanya sabtu minggunya19-25 tahun kita mungkin hanya tanggal merahnyakemudian setelahnya mungkin hanya sesempatnya..
Hmmm...
Maka dari itulah pemirsa, aku memilih homeschool aja. Alhamdulillah 6 tahun dong aku jadi dunia mereka. Tahun keenam itu, kami pulang ke Jakarta dan kehidupan berubah.
Sebagai ibu tunggal bekerja, aku masih bisa mengatur waktu supaya aku mempunyai banyak waktu membersamai anak-anak. Pagi-pagi masih di rumah. Siang hari aku berangkat kerja. Sore atau malam aku kembali ke rumah. Minggu pasti aku di rumah. Sisanya, tergantung kondisi.
Selama aku bekerja, anak-anak mempunyai kegiatan sendiri. Ada kegiatan mengaji, main bola, menggambar, mengerjakan pekerjaan rumah yang biasanya aku titipkan supaya mereka belajar rasa tanggung jawab, dan sebagainya.
Alhamdulillah, aku tinggal di rumah ibu bersama adikku dan keluarganya. Jadi, semua cucu ada di rumah dan mereka berkegiatan bersama. Ini mungkin tidak bisa dimiliki semua orang tapi bagaimanapun, memang tidak ada situasi yang ideal untuk semua orang. Yang penting, kita selalu punya rasa bersyukur.
Selain itu, perlu juga kita ingat, semua yang kita pilih dalam hidup itu mempunyai konsekwensi. Sekolah atau tidak, kita tetap menghadapi masalah. Tinggal dipilih, mau masalah yang seperti apa. Jadinya, aku memang memilih untuk tidak punya banyak masalah. Keluarga homeschool tentu ada aja masalah. Tapi, kan, Allah sudah menjanjikan, Allah tidak akan membebani hamba dengan berbagai masalah dan ujian di luar kemampuannya. Yakinlah, kita bisa melaluinya.
Jadi, dengan menemukan realita seperti twit di atas itu, ya, bersyukur aja, kita masih menjadi dunia anak-anak kita. Kan, anak-anak itu adalah busur panah. Suatu saat dia akan melesat pergi meninggalkan pemanahnya. Kita hanya menunggu waktu itu datang.

No comments:
Post a Comment