Iduladha baru saja usai. Di Antep dan Turki umumnya, iduladha dirayakan lebih meriiah daripada idulfitri. Libur pun lebih lama. Wajar sih karena di Turki, hari libur nasional tidak banyak. Tidak sebanyak di Indonesia. Memang banyak hari nasional atau keagamaan tapi biasanya belum tentu libur juga.
Eniweh.
Iduladha saya kali ini berlangsung jauh lebih sederhana. Pas suami juga kerja. Karena suami bukan orang kerja kantoran, kerjanya pun ga kenal waktu. Bisa tetap kerja di musim liburan dan bisa liburan saat orang kerja. Makanya saya pun tak menyiapkan sesuatu yang istimewa.
Yang istimewa justru adalah pelajaran yang saya dapat di hari iduladha.
Ceritanya si anak laki udah heboh pengen liat acara potong kambing. Biasanya kalau memang berniat kurban, kami akan potong sendiri di belakang apartemen bersama para tetangga yang juga berkurban. Tahun ini kami tak berkurban. Hanya kakak ipar yang sudah ada rencana berkurban.