Assalamualaikum.
Akhirnya, jadi juga saya mencoba kue semprit walau semprit cokelat dan cetakan sempritnya segede uprit. Seperti yang pernah saya katakan, cetakan semprit disini tidak terlalu banyak (atau saya yang belum menemukannya). Yang ada di rumah, cetakan spuit kecil. Tapi tak mengapa, masalahnya bukan mau ngetes cetakan spuit, kan? Yang dites adalah resepnya. Bentuknya boleh mengarang bebas dong yaa, selama masih menyerupai.
Yawes, saya pun mencoba setengah resep dari resep semprit cokelat NCC. Seperti biasa, belum matang pun si semprit sudah ditunggu Azra sambil nyanyi-nyanyi tiada henti. Begitu matang, ia langsung minta jatah. Begitupun babanya. Baru datang kerja, lihat kukis matang tergeletak, langsung samber, ber, sambil berkomentar, "Enak, bu. Tapi kok kecil-kecil? Aku mau lagi ya."
Ga cuma itu, bumer yang sempet saya titipi sedikit semprit cokelat pun suka. Alhamdulillah. Kukis a la Indonesia ga kalah juara, kaaan?
Semprit Cokelat Mini