Mencari Tulisan

Showing posts with label Menjahit. Show all posts
Showing posts with label Menjahit. Show all posts

Monday, January 22, 2024

Proyek Akhir Minggu: Tas Patchwork Mini


Assalamualaikum. 

Anak gadis kena cacar. Kerjaannya cuma tidur dan bengong. Akhirnya, ibu kasih dia kerjaan: menjahit tas patchwork. Bikin yang kecil aja. Yang penting latihan tusuk jelujur dan tau ide patchwork itu seperti apa. 

Wednesday, August 16, 2017

Daur Ulang Lengan Kemeja Menjadi Celana




Assalamualaikum.

Masih ingat daur ulang kemeja menjadi baju anak yang pernah saya posting sebelumnya? Nah, dari kemeja itu ada sisa lengan panjang yang bisa juga didaur ulang menjadi celana anak. Tadinya saya pikir bisa muat untuk si anak laki. Ternyata itu celana hasil permak terlalu kecil dan ga muat dipakai anak umur 6 tahun. Mungkin bisa dipakai balita atau batita. Yang pasti, lumayan lah celana buatan sendiri walau hasil permak. 

Bahan yang diperlukan:

Wednesday, July 26, 2017

Mendaur Ulang Kemeja Menjadi Baju Anak




Assalamualaikum.

Mendaur ulang kemeja bapak menjadi baju untuk anak perempuan adalah sesuatu yang saya nantikan. Berulang-ulang lihat tutorialnya. Dan akhirnya masa untuk mewujudkannya pun datanglah.

"Bu, ini kemeja ga saya pakai lagi. Kerahnya dah robek. Buang aja"

Ya, kemeja biru yang bahannya mudah disetrika itu koyak di lipatan kerah. Tapi,  dibuang sayang, ah. Bola lampu di kepala ibu pun menyala.  Ting! Saatnya ibu jadi tukang permak.

Tadinya mau coba bikin dungarees (sesuai tutorial) tapi kuatir talinya jatuh-jatuh karena kebesaran. Akhirnya saya menjiplak dress Azra untuk membuat dress serupa. Hasilnya, lumayan buat tukang permak amatir. Kemeja tua baba pun berubah menjadi semacam tunik tanpa lengan yang bisa dipadu padan dengan kaos dan celana jeans untuk Azra. 👍😉

Dari Kemeja Ke Baju Anak

Wednesday, June 21, 2017

Menjahit Tas Serut Patchwork Mini




Assalamualaikum.

Pernah pada satu masa, saya iseng ngubek-ngubek google dan menemukan situs cakep berisi tutorial membuat tas serut patchwork mini. Mini adalah kata kunci karena untuk penjahit pemula, yang mini-mini itu membantu proses kerja menjadi lebih cepat. 😉

Waktu itu, saya merasa tertantang membuat tas serut ini. Sekedar coba-coba. Siapa tau besok, saya perlu membuat lagi. Hasilnya, tas serut imut yang bisa dipakai untuk menyimpan koin-koin atau printilan lainnya. Lumayan lah buat pemula. Tas ini dibuat dengan jahit tangan dan butuh waktu seharian untuk menyelesaikannya. Jadi, kalo kepala lagi penuh, tangan lagi gatel, stok drakor habis, boleh lah dicoba. 😄

Tas Serut Patchwork Mini

Wednesday, June 14, 2017

Membuat Kotak Cantik dari Kardus dan Kain Sisa




Assalamualaikum.

Kardus-kardus bekas ternyata bisa disulap jadi kotak cantik untuk wadah seribu printilan di rumah. Kali ini saya memanfaatkan kain bekas warisan mertua yang bahannya terlalu licin dan warnanya terlalu gonjreng. Daripada dia nganggur, diolah aja deh jadi pembungkus kotak. Sebenarnya, kita bisa juga menggunakan contact paper untuk melapis kardus. Tapi dengan dibungkus kain, kita bisa mencucinya jika kain mulai tampak dekil. Lumayan lah, jadi satu kotak untuk printilan jahit si mbok. 😊  Plus, kalo butuh kotak buat hantaran lebaran, bisa juga kaaan?

Bahan yang diperlukan:

Wednesday, January 18, 2017

Daur Ulang Seprei Lama Menjadi Pelapis Sofa



Assalamualaikum.

Setelah membuat pelapis sofa dari kain bekas, saya mencoba membuat pelapis sofa dari seprei. Seperti yang saya sebutkan di postingan yang lalu, seprei yang sudah tak dipakai lagi bisa dimanfaatkan untuk melapis sofa.

Sofa yang dilapis adalah sofa L dan yang dilapis adalah bagian sandaran dan dudukan saja. Sedangkan seprei yang saya gunakan adalah seprei berbahan kaos dengan karet di sekelilingnya.

Untuk melapis sofa, saya memerlukan dua seprei. Satu seprei untuk bagian sandaran dan satu seprei untuk bagian dudukan. Seprei ini dibagi dua supaya mudah dalam melapis. Mudah-mudahan terbayang ya, seperti apa prosesnya.

Pelapis Sofa dari Seprei

Wednesday, January 11, 2017

Membuat Pelapis Sofa Sederhana dari Kain Bekas



Assalamualaikum.

Udah lama pengen bikin pelapis sofa alias sofa cover. Apalagi itu sofa umurnya udah mayan tua. Tampangnya juga udah mulai belel. Mau ganti, belum rela, hehehe, karena fisiknya masih bagus.

Liat-liat model sama cara bikin pelapis sofa yang paling mudah. Plus nyari kain yang kira-kira pas. Apa daya, ga nemu kain yang cocok.

Akhirnya, teringat kain pelapis kasur buatan bumer. Inget kan kasur yang saya permak jadi kasur lipat? Nah, kain inilah yang membungkus si kasur itu. Dulu kami pakai tidur sebelum akhirnya dipermak. Kainnya masih bagus, tebal dan kuat dan motifnya, ditilik-tilik, cakep juga yak? ^_^ Ya udah, karena kasurnya udah dipermak, si kain pelapis kasur pun dirotasi menjadi pelapis sofa. Alhamdulillah. Kalau ga ada kain model gini, seprei tua yang masih bagus pun bisa disulap jadi pelapis sofa. Acara melapis sofa pun melebar menjadi menata ulang ruang tamu. Eeaaa.

Kain pelapis sofa

Wednesday, August 26, 2015

Daur Ulang Seprei Menjadi Sarung Jok dan Bantal Kursi




Assalamualaikum.

Lagi-lagi si kursi panjang. Ternyata sarung jok si kursi panjang itu makin lama makin ga enak dilihat. Seperti kekecilan. Maunya cari sarung baru dengan warna senada dengan perabot di ruang tamu. Ya, sekarang si kursi panjang pindah lagi ke ruang tamu supaya tamu bisa duduk, hehehe, dan kami tak perlu beli kursi baru lagi.

Nah kain untuk sarung baru itu agak sulit didapat. Cari yang murah di pasar, tapi pilihan terbatas. Pergi ke çarşı, mager. Males gerak. Akhirnya si seprei lebar itupun didaurlah.

Seprei ukuran besar di rumah kami hanya bisa dipakai jika dua tempat tidur ukuran single dijadikan satu. Karena tempat tidur dipisah untuk tidur anak-anak maka si seprei pun harus ganti tugas. Jadilah ia sarung jok dan bantal untuk si kursi panjang.

Tuesday, January 27, 2015

Menjahit Bergo İnstan (Lagi)



Assalamualaikum.

Apa kabar teman-teman semua? Sok kenal banget nih. Hehe. Kali ini saya posting sesuatu yang sudah pernah saya posting tapi berbeda. Sebelumnya saya sudah pernah posting tentang menjahit kerudung sendiri, walau tidak terlaku berhasil karena bagian dahi tidak sempurna dan ada tukang jahit yang campur tangan.

Kali ini, saya mencoba membuat bergo instan, lagi. Setelah membeli kain yang lebih bagus dengan warna yang saya perlukan (1 meter 12 TL), saya memberanikan diri menjahit bergo dengan mencontoh tutorial yang saya temukan. Apalagi di rumah sudah ada mesin jahit, jadi tidak ada salahnya nekat sedikit. Hasilnya tentu belum sempurna, maklum amatir, tapi sudah lebih memuaskan dibandingkan kerudung sebelumnya.

Sunday, January 18, 2015

Membuat Kasur Sederhana



Assalamualaikum.

Sepertinya kurang kerjaan membuat kasur sendiri tapi karena saya memang perlu, apa boleh buat?

Masih dalam rangka latihan menjahit lurus dan memerlukan kasur untuk kami istirahat, saya putuskanlah membuat kasur sendiri. Sebenarnya kami sudah punya kasur ukuran queen, buatan ibu mertua. Tapi beratnya, jangan tanya. Itu juga salah satu alasan saya memutuskan membuat kasur.

Tuesday, December 23, 2014

Sarung Bantal Kursi



Assalamualaikum.

Masih ingat sama bangku panjang yang waktu itu saya permak? Si bangku panjang sekarang pindah tempat. Sengaja saya pindahkan supaya ruang tamu yang jarang dikunjungi tamu itu tidak terlalu sesak dan tidak sering kotor. Si bangku panjang sekarang ada di kamar yang berubah menjadi ruangan serba guna. Ruangan itu jadi tempat main anak-anak, tempat ibu ngeblog, tempat sarapan, tempat nonton, tempat ibu gatel tangan dan lain sebagainya. Benar-benar serba guna.

Sunday, January 5, 2014

Sarung Tangan Dapur

Sudah lama saya pengen punya sarung tangan dapur (mitt) yang cakep dan biasa digantung di dapur. Akhirnya bisa terpenuhi setelah ketemu pola dan cara membuatnya. Maksud hati saya mau pake jasa tukang jahit tapi mau mampir di sana rasanya berat dan jarang pula ke daerah situ. Yah, jahit sendiri ajalah.



Sarung Tangan Dapur

Tuesday, December 24, 2013

Membuat Sprei

Ada aja masalah mbok warteg nih. Iya, sekarang saya menyebut diri saya mbok warteg aja deh. Dulu itu saya menyebut diri saya kang warteg itu kependekan dari tuKANG warteg, maksudnya yang punya warteg, gitu. Tapi, pada banyak salah kira, yak, hehe.

Kali ini masalah mbok warteg adalah sprei, pelapis tempat tidur, bedsheet. Di Antep, ga tau deh kalau di tempat lain di Turki, yang namanya sprei itu MOAHAL! Kalau murah biasanya bahannya kasar dan motifnya kurang cocok sama selera saya. Jadi selama di Antep, saya belum pernah beli sprei. Alhamdulillah tiap mudik saya kerjanya bawa sprei dari Jakarta, hehe, sprei hasil kado kawinan ^^!

Tapi, kemaren itu, kami baru saja membeli tempat tidur buat anak-anak. Jadi, kami membutuhkan sprei buat tempat tidur mereka karena sprei yang ada ukurannya besar-besar. Awalnya kami beli sprei obral yang berbahan kaos dan ternyata ada lubangnya >.<. Ya sudah, deh, akhirnya itu sprei obral buat pelapis saja dan mbok warteg memutuskan untuk membuat sprei sendiri. Eng ing eng.



Ternyata tidak sulit loh membuat sprei. Beneran, ini ga bohong. Ikutin ya caranya.

Membuat Sprei

Tuesday, December 17, 2013

Menjahit Kerudung Sendiri

Ini proyek nekat. 
Saya bukanlah orang yang pandai menjahit. Jika bisa menjahit pun, jahitan saya tidaklah rapi. Tapi, saya adalah orang yang mudah gatal tangan dan gatal kaki, hehe. Kalau penyakit gatal tangan datang menyerang, tangan saya harus berbuat sesuatu. Biasanya, bahan sisa atau kain bekas yang masih layak pakai pun menjadi obat gatal tangan saya. 




Kali ini saya tergoda membuat kerudung sendiri. Pertama, di Antep kerudung instan yang langsung pakai tanpa bantuan peniti agak susah ditemui. Muslimah disini lebih banyak memakai kerudung persegi dengan bantuan peniti dan jarum pentul. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...