Asinan zaitun adalah buah zaitun (yang hijau atau yang hitam) yang diasinkan dan biasa disantap sebagai teman sarapan. Awal tiba di Antep, jangan harap saya sudi menyantap si zaitun. Pasti dilepeh. Huek, tak sedap. 😊
Sampai pada satu hari, bapake lagi sarapan dan nyemilin zaitun hijau kayak sesuatu yang sedap. Ngiler, kan?
"Emangnya enak ya?"
"Rasain aja ndiri, nih."
Tampangnya sih menjanjikan. Zaitun hijau bermandikan minyak zaitun dan cabe bubuk. Gulp. Tes, satu biji. Rasanya masih aneh tapi lumayan ada asin, gurih. Tes lagi. Lagi dan lagi akhirnya saya jadi jurig zaitun di keluarga alias kalo sarapan, pasti saya ngincer zaitunnya. Haha, lupakan rasa malu.
Tapi, itu zaitun hijau yang diasinkan sama bumer loh ya. Makanya rasanya sedap. Kalo kita beli asinan zaitun hijau dalam kemasan, bukan asin lagi rasanya, asem. Pernah sekali saya beli produk keluaran BIM yang rasanya pas tapi tetep asinan zaitun buatan sendiri jauh lebih enak.
Sekarang, saya bisa makan si zaitun hijau dan hitam. Alhamdulillah. Malah bukan hanya untuk sarapan. Bisa tiap saat saya ngemil zaitun. Untuk zaitun hitam, kami masih membeli yang kemasan. Merk Marmarabirlik menjadi pilihan kami tapi itupun kadang ga selalu pas rasanya. Untuk yang hijau, kami membuat sendiri sekalian nyetok persediaan setahun walau biasanya bulan Maret-April, stok sudah keburu habis. Nah, berikut ini cara membuat asinan zaitun sendiri. Selamat mencoba.
Asinan Zaitun