Mencari Tulisan

Showing posts with label Puisi a la Warteg. Show all posts
Showing posts with label Puisi a la Warteg. Show all posts

Thursday, August 15, 2024

Orang-Orang Narsis ~ Sebuah Puisi



Orang-orang narsis merajalela

Mencari panggung dengan sukarela

Mengundang bala

Hingga ditiupnya sangkakala


Orang-orang narsis bermuka dua

Menggadang-gadang setia

Berikrar dengan lupa

Tak pernah merasa iba

Monday, May 27, 2024

Demi Tuhan, Kamu Jahat! ~ Sebuah Puisi


Assalamualaikum. 

Lagi pengen nulis puisi lagi. Pas banget ada ide. Jadilah puisi penuh sumpah serapah dan amarah. Ini beneran lagi marah sama si mantan jahanam. Dan pas lagi dapet banget emosinya. Jadi, yaa.. Selamat menikmati. 

Demi Tuhan, Kamu Jahat! 

Wednesday, June 28, 2017

The Agony of Keeping Up with Homesickness

The agony of keeping up with the homesickness is indescribable.

It's beyond words;
and everything that runs in your bloodstreams.
It's like madness that loses its fulfillment.
It's suffocating to the extent of breathing is suicidal.
It's wrapping you up and getting you nowhere until it doesn't feel sick anymore.

Or you just simply surrender and fade away.

Wednesday, May 31, 2017

Hujan Pagi Hari





Hujan pagi hari
menjemput rindu di jendela
mengantar senyum
dan nostalgia.

Dan pertemuan kita
adalah rinai-rinai sunyi
yang jatuh di ranting sepi
menguap bersama mentari.

Wednesday, May 24, 2017

Jodohmu adalah Dia



Assalamualaikum.

Sekali-sekali bikin puisi cinta, ah. Ini ditulis sehabis ngobrol ngalor ngidul sama bapake si kembar. Cieee...

Ternyata, pernikahan itu ga mudah. Apalagi pernikahan beda bangsa dan negara. Dan kalo sampe detik ini saya dan bapake masih bersama, itu karena kasih sayang Allah Ta'ala kepada kami. Alhamdulillah. Semoga dirimu tetap sabar menemani diriku mencari keridhoan Ilahi plus one way ticket to Jannah, ya 'pake. Aamiin. Hari ini ga ada yang istimewa, karena setiap hari bersamamu adalah istimewa. Eeaaa. Ada yang mau muntah? 😛

Foto di atas diambil di Botanik Park pas ada sepasang pengantin lagi foto-foto post-wedding. 😉

Abis ijab kabul, foto-foto di taman, seharian. Abis itu, seminggu kemudian terasalah hidup perkawinan yang sesungguhnya. Huahahaha. Horor. 😄

Jodohmu adalah Dia

Wednesday, February 1, 2017

Pada Satu Masa yang Tak Bernama




Kita dulu pernah dekat,
entah apakah karena cinta.

Dalam gelap kadang teringat,
lompatan peristiwa jadi cerita.

Wednesday, November 25, 2015

Dua Hari Dibalut Rindu



ada rindu dalam gelas
yang lama tak berbalas
ia terpatri jelas
tinggalkan jejak berbekas

kelak kususuri ia
jejak-jejak penuh ria
rindu yang mendamba
cinta yang meronta

Wednesday, September 30, 2015

Balada Dirimu


Bahagia adalah dedaunan bermandikan cahaya mentari
Duka adalah embun yang terbang di ujung pagi
Cinta adalah keduanya
Hidup adalah bersamanya

Perih itu hujan
Sepi itu pohon di padang gersang
Sendiri itu tanpamu
Hampa itu angin yang berhembus malu

Tawa itu kicauan burung di musim semi
Ceria itu langit biru tak bertepi
Canda adalah angin dan pohon Ceri
Dirimu, misteri

Senyumanmu di ujung hari
Menggoda diriku untuk kembali
Bersamamu adalah mimpi
Yang tak ingin kuakhiri

22.9.15

Monday, June 1, 2015

Thursday, January 22, 2015

My Winter Poem

Assalamualaikum.

Sekali-sekali mau sok puitis ah. Musim dingin kali ini benar-benar menghantui saya. Rasanya lama. Membosankan. Menakutkan. Apapun yang saya lakukan rasanya malah makin menambah beban. Aneh tapi begitulah. Lalu saya iseng menulis puisi. Ehem. Jelek-jelek gini, lulusan fakultas sastra looh. Hehe. Sebagai bonus, saya pajang beberapa foto musim dingin. Selamat menikmati.

Misty Morning in Beykent

Sunday, September 14, 2014

Pengakuan Seorang Pendosa

Menara Masjid Ali Nacar, Gaziantep


Aku adalah seorang pendosa. Bukan bangga tapi sengsara. Aku sengsara memikirkan dosa-dosaku. Bagaimana lagi caraku memohon ampunan dari Rabb-Ku ketika dosaku telah menenggelamkan diriku.

Aku adalah seorang pendosa. Aku kenal sekali diriku. Berbagai ibadah yang kulakukan pun takkan mampu hapuskan dosaku.

Sunday, September 1, 2013

Rindu Lagi

Trees
Photo by Cecilia Liem
Edited by WartegGaziantep



Rasa ini
mengapa tak jua pergi
Rasanya menyeret diri
Tuk selalu kembali



Rasa ini
Ibarat api
Takkan berhenti
Membakar diri

Monday, July 15, 2013

Warteg Merindu

Roda Pedati di Pantai Ciantir, Sawarna, Banten



Rinduku padamu terlintas di telinga
bagai suara jangkrik di malam hari
musim panas yang sepi.


Rinduku padamu terbayang di mata
di antara sinar lampu teras
apartemen lawas.


Rinduku padamu tercium
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...