Sunday, September 14, 2014

Pengakuan Seorang Pendosa

Menara Masjid Ali Nacar, Gaziantep


Aku adalah seorang pendosa. Bukan bangga tapi sengsara. Aku sengsara memikirkan dosa-dosaku. Bagaimana lagi caraku memohon ampunan dari Rabb-Ku ketika dosaku telah menenggelamkan diriku.

Aku adalah seorang pendosa. Aku kenal sekali diriku. Berbagai ibadah yang kulakukan pun takkan mampu hapuskan dosaku.


Aku adalah seorang pendosa. Apapun yang aku lakukan berbuah dosa. Apa aku tak malu? Masalahnya bukan lagi malu. Aku tertipu dengan kebaikan yang berkedok keburukan.

Aku adalah seorang pendosa. Aku akui dosaku kepada Rabb-Ku, jika aku melalaikan ibadah penghambaanku kepada-Nya. Kepada Nabiku saat kuabaikan segala ajarannya. Kepada sesama manusia ketika berulang kali antara sadar dan tidak kusakiti mereka. Kepada sesama makhluk kala aku berlaku dzolim. Kepada udara, air, bumi dan segala isinya.

Aku adalah pendosa. Seperti umumnya manusia yang cenderung merusak dan jadi perusak.

Aku adalah pendosa. Bagaimana lagi kupintakan maaf dan ampunan atas diriku? Tak pantas lagi mendapatkan kasihan dan pemakluman.

Aku adalah pendosa yang teramat merindu surga dan tergopoh-gopoh meraihnya. Aku penuh dengan salah tapi ya Rabb, ijinkan aku berlabuh di dalamnya. Dalam keabadian dan kebahagiaan.
posted from Bloggeroid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...