Monday, August 29, 2016

Sebuah Pelajaran tentang Kewarganegaraan

Assalamualaikum.

Lagi rame soal dwi kewarganegaraan. Pas banget momennya. Pas bulan kemerdekaan. Pas rasa nasionalisme lagi kenceng-kencengnya. Pas banyak yang sedang siap-siap menikah dengan orang asing. Pas untuk kembali belajar.

Soal (mantan) menteri kita yang ternyata mempunyai paspor asing atau soal anggota paskibraka yang juga mempunyai paspor asing, silakan gugel sendiri lah, ya. Saya rasa kita semua punya akses terhadap informasi seluas-luasnya. Hanya satu saja, sebelum berkomentar dan menyebarkan, harap membaca sebanyak-banyaknya dan menelaah sedalam-dalamnya supaya kita tidak dicap sok tau.

Soal warga negara adalah soal kedaulatan, bukan soal diskriminasi atau lainnya, menurut saya loh, yaa. Jadi apakah negara menzolimi bapak AT dan mba G dalam hal memiliki paspor asing, itu adalah perkara lain.

Yang pasti salah satu syarat menjadi menteri di NKRI adalah seorang WNI. Dan jika seorang WNI memiliki paspor negara lain maka otomatis status WNI-nya gugur, hilang, musnah, tertiup angin bahorok. Halah.

Dalam diskusi BERSAMA PPI Paris, salah satu narsum menjelaskan syarat-syarat pengangkatan menteri sesuai undang-undang sebagai berikut:

Friday, August 26, 2016

NGAJI di WARTEG: Setiap Mukmin Dituntut untuk #MenjagaUcapan Kultwit oleh @rumahzakat



Assalamualaikum.

Menjaga ucapan, dan juga menjaga jempol kita untuk tidak melukai perasaan sesama, apalagi sesama muslim, adalah sebuah sikap yang harus selalu kita perhatikan. Apalagi di jaman ketika kebenaran dianggap salah dan kesalahan dianggap benar. Yang buruk dicitrakan baik, yang baik dicitrakan buruk. Semoga kita semua terhindar dari jalan keburukan. Semoga bermanfaat.

#MenjagaUcapan 1/15. Setiap mukmin dituntut utk selalu menjaga dan mengontrol segala perilaku, tingkah laku, tindak-tanduk, sikap dan ucapan

#MenjagaUcapan 2/15. Termasuk menjaga ucapan dari hal yang tidak baik adalah tidak menyakiti, menipu, mencela, menghina, mencela, mengumpat

#MenjagaUcapan 3/15. Di era internet dgn berbagai media sosial yg ada di dalamnya, banyak sekali kita dapati ucapan yg tidak baik bertebaran

Wednesday, August 24, 2016

Jurnal Homeschool Bagian 27: Menggunting dan Menempel Bunga Serta Membuat Lem Sendiri





Assalamualaikum.

Sebagai variasi kegiatan bersama anak-anak, saya memilih prakarya yang tidak terlalu sulit karena kemampuan menggunting mereka masih sangat terbatas. Menggunting dan menempel bunga bisa menjadi pilihan karena tidak terlalu banyak menyita tenaga dan konsentrasi anak-anak usia lima tahun.

Karena banyak yang harus ditempel, sekalian saya membuat lem sendiri mengingat kualitas lem kertas pabrikan yang dijual di toko dekat rumah, tidak terlalu bagus. Dan ternyata membuat lem sendiri jauh lebih ekonomis daripada membeli lem buatan pabrik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...