Wednesday, April 26, 2017

Homeschool: Belajar ketika Siap

Assalamualaikum.

Alhamdulillah, hingga tulisan ini dibuat, saya dan anak-anak sudah menjalani homeschool selama tiga tahun. Tiga tahun yang penuh warna walau ga full homeschool. Ada kalanya anak-anak hanya main, nonton dan ibu istirahat dan menghabiskan me-time (dan ga abis-abis juga me-time ibu).

Ketika saya memutuskan untuk memulai homeschool, saya memang teramat sangat ambisius dan akhirnya anak-anak jadi korban. Ibu jadi ga sabaran dan gampang meledug, apalagi ibunya bersumbu pendek. Hasilnya bukan homeschool tapi awful. Tidak disarankan memulai homeschool dengan ambisi aneh-aneh dan tidak terukur. Kita boleh punya target tapi perlu keluwesan dalam rangka mengejar target karena ada anak-anak yang terlibat dalam prosesnya.

Monday, April 24, 2017

Roti Tawar dari Resep Bread Rolls Maangchi




Assalamualaikum.

Sejak ada bread machine di rumah, saya jadi penasaran ngetes resep roti mulu. Tapi ga bisa sering-sering juga karena daya listrik yang dipake si mesin cukup besar jadi tagihan listriknya lumayan yeee.  Sesekali boleh lah. Pas di rumah ga ada roti dan ibu lagi males bikin roti tiap pagi, pakailah si bread maker untuk bikin roti.

Kali ini yang saya coba adalah resep bread rolls Maangchi yang lembut itu. Dijadiin satu masuk mesin, hasilnya roti tawar yang lembut juga dan wanginya bikin laper. Panas-panas, oles mentega, tabur gula pasir, nyam nyam nyam. Pikiran jadi terbang ke masa kecil, makan roti pake gula, ^_^ Siapa mau coba?

Roti Tawar dari Resep Bread Rolls Maangchi

Friday, April 21, 2017

NGAJI di WARTEG: Berbohong kepada Anak Tetaplah Berbohong



Berbohong kepada Anak Tetaplah Berbohong 


Sebagian orang tua mengeluh bahwa putra putrinya suka berbohong. Sebelum menyalahkan mereka atau yang lainnya, coba lihat diri sendiri, jangan-jangan kita juga mempertontonkan kebohongan di hadapan mereka atau mereka sendiri menjadi korban kebohongan orang tuanya.

Biasanya dimulai dari hal sepele; anak merengek minta dibelikan mainan lalu orang tua menjanjikan "nanti ya", saking lamanya si anak lupa sendiri, dan memang itu yang dimau orang tuanya.

Ini terjadi berulang dan tertanam dalam ingatan sang anak, lalu dia mencontoh .. korbannya pun beragam, saudaranya, kawannya, termasuk orang tuanya.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...