Wednesday, July 26, 2017

Mendaur Ulang Kemeja Menjadi Baju Anak




Assalamualaikum.

Mendaur ulang kemeja bapak menjadi baju untuk anak perempuan adalah sesuatu yang saya nantikan. Berulang-ulang lihat tutorialnya. Dan akhirnya masa untuk mewujudkannya pun datanglah.

"Bu, ini kemeja ga saya pakai lagi. Kerahnya dah robek. Buang aja"

Ya, kemeja biru yang bahannya mudah disetrika itu koyak di lipatan kerah. Tapi,  dibuang sayang, ah. Bola lampu di kepala ibu pun menyala.  Ting! Saatnya ibu jadi tukang permak.

Tadinya mau coba bikin dungarees (sesuai tutorial) tapi kuatir talinya jatuh-jatuh karena kebesaran. Akhirnya saya menjiplak dress Azra untuk membuat dress serupa. Hasilnya, lumayan buat tukang permak amatir. Kemeja tua baba pun berubah menjadi semacam tunik tanpa lengan yang bisa dipadu padan dengan kaos dan celana jeans untuk Azra. 👍😉

Dari Kemeja Ke Baju Anak

Monday, July 24, 2017

Pizza Teflon, Lagi!




Assalamualaikum.

Pizza Teflon, lagi. Sebelumnya, saya pernah posting resep pizza teflon. Kali ini, saya pakai resep roti sobek happycall untuk membuat pizza teflon lagi. Sama enaknya dan sama praktisnya. Yang pasti, kalau anak-anak rekues pizza, langsung eksekusi resep ini. Waktu panggangnya ga terlalu lama walau waktu "bobo"nya cukup lama, yeee. Bobo maksudnya proofing, 😄 

Biasanya saya mengaduk adonan pagi-pagi, untuk kemudian ditinggal tidur, bebenah, nyiapin sarapan dan sebagainya, Siang hari, baru deh digilas dan dipanggang. Pizza siap disantap untuk makan siang atau bisa juga buat ngemil sore-sore. 

Pizza Teflon

Friday, July 21, 2017

NGAJI di WARTEG: Taatlah pada Suami




Assalamualaikum.

Salah satu yang saya rasa sulit untuk dilakukan semenjak menikah adalah taat alias nurut sama suami. Apalagi saya terbiasa dengan orang tua yang demokratis, ga banyak ngatur, asal bertanggung jawab dan orang tua cukup percaya pada anak-anaknya.

Ketika menikah dan pindah ke Antep, jauh dari orang tua dan harus hidup bersama suami, ya iyalah namanya juga udah nikah, satu per satu masalah pun timbul. Saya masih terbawa suasana demokratis di rumah dan keluarga saya dan sulit untuk langsung nurut sama suami, hingga akhirnya perselisihan tak terhindarkan. Dan taat kepada suami ini jelas terasa berat karena menutup banyak pintu buat saya. Ada banyak keinginan tertunda entah sampai kapan. Ada banyak mimpi terpendam. Ada banyak hal terabaikan.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...