Monday, May 22, 2017

Kacang Bawang Gurih Renyah Tanpa Santan




Assalamualaikum.

Kacang bawang. Kudapan khas hari raya yang makannya sekejap, bikinnya berjam-jam. Karena itu, saya ga pernah sekalipun melirik kudapan ini dan ga pernah niat pengen bikin. Tapi, ibu saya termasuk yang rajin membuat kacang bawang. Dan ketika saya kembali ke Antep membawa kacang bawang buatan ibu, kakak ipar ternyata doyan, sodara-sodara. Jadilah tiap mudik ke Jakarta, pesenannya cuma satu: kacang bawang.

Kacang tanah di Antep ga seperti kacang tanah di Indonesia. Kacangnya besar-besar dan ga semanis kacang Indonesia. Saya kadang beli sedikit untuk sekedar membuat bumbu kacang. Biasanya orang Antep mengudap kacang tanah sembari ngeteh. 

Pas kakak ipar punya stok kacang tanah kulit banyak, pas saya dikasih pula sedikit. Tadinya saya pikir saya mau bikin bumbu kacang buat gado-gado dan sate ayam. Lupakanlah. Yang doyan bumbu kacang ya cuma saya. Akhirnya, saya kepikiran bikin kacang bawang. Kakak ipar yang tau saya mau bikin kacang bawang langsung semangat, "Nanti kami kupasin deh, kamu bikin yang banyak." Hadeh.

Sebelum dia menghujani saya dengan kacang tanah, saya tes dululah, membuat kacang bawang dengan menduga-duga kebiasaan ibu saya dalam membuat kacang bawang. Sukses. Sukses merana menikmati aroma rebusan kacang dan bawang putih memenuhi dapur. Ingatan langsung terbang ke masa-masa menjelang lebaran dan kampung halaman. Dan mata pun mulai berkaca-kaca. Kacang bawang membuatku melow, pemirsah.

Kacang Bawang Gurih Renyah Tanpa Santan

Friday, May 19, 2017

NGAJI di WARTEG: Al Wala' (Loyalitas)




Al Wala' - الولاء (Loyalitas)

Dalam salah satu topik aqidah, ada tema Al Wala’ wal Bara’ (Loyalitas dan Anti Loyalitas). Al Wala’ secara bahasa artinya adalah Ath Thaa’ah (ketaatan), An Nushrah (pertolongan), Al Mahabbah (cinta), dan Al Qurbu (Kedekatan).

Sehingga segala potensi baik perkataan dan tindakan yang mengekspresikan ketaatan, pertolongan, cinta dan kedekatan, itu adalah Al Wala’, yang bermuara pada satu kata “loyalitas.”
Lalu, kepada siapakah Al Wala’ (loyalitas) diberikan? Yaitu kepada Al Waliy, jamaknya Al Auliyaa’, siapakah mereka?

Wednesday, May 17, 2017

Tips Akur dengan Ibu Mertua Turki

Assalamualaikum.

Tips akur dengan ibu mertua Turki. Mungkin belum banyak orang yang menulis soal ini. Saya pun baru berani menuliskannya setelah hampir tujuh tahun tinggal di Turki dan hubungan saya dengan ibu mertua alias bumer bukanlah hubungan yang manis dan hangat sejak awal. Bahkan sampai saat ini pun saya belum bisa menganggap beliau ibu sendiri. Ibu mertua adalah ibu mertua. Titik.

Sosok ibu mertua memang menjadi menakutkan, apalagi ibu mertua Turki. Kesannya makin memgerikan. Tapi, percaya saja, ibu mertua juga manusia. Dia bisa menyebalkan dan juga menyenangkan. Ada beberapa kasus ibu mertua yang killer macam guru Matematika tapi ga semua ibu mertua seperti itu dan bukan berarti kita ga bisa akur atau punya hubungan mesra dengan bumer. Insya Alloh bisa diusahakan, yang penting ada kemauan dan niat baik.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...