Wednesday, October 21, 2015

Halalan Thayyiban


Assalamualaikum.

Halal. Semua orang pasti sudah mengenal kata itu. Seorang muslim hendaknya menjaga kehalalan makanannya, pekerjaannya dan semua sendi dalam kehidupannya. Malah sekarang ada yang namanya industri halal.

Yang sering terlupa adalah thayyib. Menurut saya, kita sebaiknya tidak hanya melihat sebuah produk itu halal atau tidak tapi juga hrs melihat thayyib-nya, karena Quran jelas menyebutkan halalan thayyiban, halal lagi baik.

"... makna ‘thayyib’ secara syar’i di dalam Al Quran merujuk pada 3 pengertian, yaitu sesuatu yang tidak membahayakan tubuh dan akal pikiran, sebagaimana pendapat Imam Ibn Katsir. Sesuatu yang lezat, sebagaimana pendapat Imam Syafi’i. Halal itu sendiri, yaitu sesuatu yang suci, tidak najis, dan tidak diharamkan, sebagaimana pendapat Imam Malik dan Imam Al Thabari." (dari Muslimmart Surabaya)

Makanan-makanan instan yang beredar di pasar bisa halal tapi apakah thayyib? Resto-resto cepat saji bisa jadi halal, thayyib? Belum tentu. Malah ada film yang membuktikan mengonsumsi makanan dr McDonalds membuat orang sakit (silakan lihat Super Size Me).

Apalagi jika resto atau produk halal itu diproduksi oleh perusahaan yang pro zionis israel. Halal sih, tapi produsennya membunuh jutaan anak-anak muslim Palestina. Apa masih sanggup kita mengonsumsinya? (lihat disini).

Secara pribadi, saya sudah lama melakukan boikot terhadap produk-produk dari konglomerasi besar yang pro zionis. Dan tanggapan orang-orang di sekeliling saya, "nyusahin diri sendiri." Benarkah?

Mereka yang menjadi korban keganasan tentara zionis itu adalah muslim. Kita yang mengonsumsi produk-produk dari perusahaan yang pro zionis itu juga muslim. Bukankah sesama muslim bersaudara? Apa jawaban kita jika kelak ditanya, "apa yang kita makan, apa yang kita lakukan pada saudara-saudara kita sesama muslim?"

Apakah berlebihan jika saya berpikir sejauh itu? Saya kira tidak. Sebagai muslim saya percaya adanya hari akhir dan hari dimana kita mempertanggungjawabkan semua apa yang sudah kita lakukan. Alhamdulillah, selama di Antep, aksi boikot saya teruskan dan malah disini, poster-poster menyerukan boikot tertempel jelas di market-market. Alhasil, produk-produk dari konglomerasi besar itu bertahan lama di market dan terpaksa diobral karena tidak ada yang beli.

Sebagai muslim saya wajib membela sesama muslim. Sebagai muslim harusnya saya juga membela muslimin di Gaza tapi saya belum mampu. Saya hanya bisa melakukan ini. Semoga Alloh swt meridhoi usaha saya.

Bagaimana dengan Anda? ☺☺
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...