Wednesday, December 30, 2015

Catatan Mudik 2: Antisipasi Masalah di Bandara

Suasana bandara Atatürk Istanbul Jam 4 pagi

Assalamualaikum.

Bandara, tempat yang selalu membuat saya mules. Apalagi bandara Soekarno-Hatta. Apalagi ada cerita ini (ceritanya udah lengkap sama tanggapannya, jadi harap dicermati). Apalagi tas saya juga pernah dicoret-coret. Apalagi..., apalagi...

Walaupun demikian, untuk para pemudik seperti kami, bandara adalah sebuah keniscayaan. Bagaimana bisa ketemu keluarga tercinta kalau ga mau lewat bandara? Mau lewat pelabuhan?

Bandara memang bisa jadi tempat yang memberi pengalaman tidak menyenangkan. Tapi pasti ada hal-hal yang bisa kita antisipasi supaya kegiatan melintas di bandara menjadi menyenangkan. Betul?

Apa saja yang perlu diperhatikan saat kita melintas di bandara?

1. Perhatikan bawaan.
Cermati baik-baik apa saja yang akan kita bawa. Jika kita ingin membawa oleh-oleh yang agak ekstrim, cobalah cari informasi bagaimana membawanya. Kemarin saya sempat ingin membawa pisau dapur untuk oleh-oleh. Berhubung saya tak mau ribet di bagian pemeriksaan tas bawaan, akhirnya niat itu saya batalkan.

Ingat-ingat juga aturan membawa cairan ke dalam kabin. Jika tidak perlu sekali, simpan semua cairan di tas yang masuk ke bagasi. Walaupun saya pernah mengalami kejadian benda-benda cair saya lolos pemeriksaan di bandara Ataturk Istanbul, buat saya itu hanyalah hoki. Hal itu bukan berarti kita bisa dan boleh membawa cairan seenak-enak jidat kita. Demi keselamatan penerbangan, semua harus taat aturan. Betul?

2. Siapkan semua dokumen yang diperlukan.
Paspor, kartu pengenal, dan salinan tiket adalah dokumen-dokumen penting yang harus selalu siap ditunjukkan kepada petugas jika diperlukan. Termasuk juga declaration form yang akan diminta saat kita akan keluar dari bandara Soekarno-Hatta. Jika tidak ada bawaan yang aneh-aneh, tidak perlu risau.

3. Jaga sikap selama di bandara.
Sebagai pengguna bandara, kita terikat pada tata tertib dan aturan yang berlaku di bandara. Apalagi saat berhadapan dengan petugas imigrasi. Jujur saja, bagian ini selalu membuat lutut lemas bagai melihat hantu, hehehe. Usahakan kita bersikap sopan ketika berada di loket imigrasi. Singkirkan semua asesoris dan gadget yang bisa "menyinggung" perasaan petugas. Ingat, mereka juga manusia dan bisa juga kelelahan melayani sekian banyak penumpang yang melintasi loket imigrasi.

4. Waspada dan bekali diri dengan informasi terkini.
Saat ini informasi apapun bisa dengan mudah kita dapatkan. Mulai dari aturan soal pajak bandara Soekarno-Hatta yang per Maret 2015 sudah tidak berlaku lagi hingga seni negosiasi dengan petugas di konter check-in. Jangan sampai kita tak tahu apa-apa dan menjadi bulan-bulanan oknum di bandara.

5. Berdoa.
Doa adalah senjata orang mukmin. Tidak ada salahnya kita banyak-banyak berdoa agar Alloh swt mudahkan segala urusan kita di perjalanan yang panjang dan melelahkan. Hanya Alloh swt yang kuasa menundukkan alam semesta. Hanya Alloh swt yang mampu membolak-balikkan hati manusia. Hanya Alloh swt sebaik-baik pelindung kita di perjalanan.

Semoga hal-hal di atas bisa sedikit meredakan kecemasan saat akan melintas di bandara, dimanapun di dunia. Selamat jalan, selamat sampai di tujuan.
posted from Bloggeroid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...