Wednesday, January 20, 2016

Salju, Ujian yang Selalu Ditunggu

Salju di hutan kawasan Universitas Gaziantep

Assalamualaikum.

Salju turun lagi di Antep. Walau Antep berada di perbatasan dengan Suriah dan tampangnya agak-agak gurun, Antep masih tetap kebagian salju. Suhu udara di Antep memang cukup ekstrim. Di musim panas, panas luar biasa; di musim dingin pun dingin luar biasa. Jadi sebelum menuduh Antep dekat sama jazirah Arab dan kering kerontang tanpa salju, tolong cek dulu badan meteorologi dan geofisika.

Kalau salju turun, apalagi berderai-derai ditiup angin, saya jadi ingat Oshin. Ketauan dah angkatan berapa. Ya, serial Oshin memang sangat berkesan di hati anak-anak 80'-an. Dan adegan-adegan di serial itu pun ga jauh-jauh dari hujan salju, sungai bersalju, main di salju, salju dan salju lagi. Yang nonton pun mungkin bisa merasakan dinginnya butiran-butiran kecil yang menghilang jika menyentuh kulit tapi bisa menumpuk berlapis-lapis menghalangi jalan. Ia lembut tapi penuh kekuatan.

Musim salju kali ini, mood saya alhamdulillah baik-baik saja. Hanya mager berat. Yang saya lakukan hanya pindah dari satu kalorifer ke kalorifer lain. (Kalorifer: pemanas, -pen.)

Tak ada yang istimewa dari musim salju kali ini, kecuali dia turun di masa-masa ujian di kampus yang sempat diliburkan satu hari karena salju. Kesempatan itupun dipakai oleh para pelajar Indonesia di Antep untuk melakukan ritual tahunan mereka: main salju berjamaah.

Nah, kali ini saya dapat oleh-oleh foto di atas itu, hasil jepretan Rhama. Setelah dipermak sedikit, jadilah seperti itu.

Salju sejatinya adalah ujian. Ujian bagi para komuter, pengguna jasa transportasi yang harus rela diturunkan dari bis walau belum sampai tujuan karena jalanan yang tertutup salju. Ujian bagi para pelajar menahan hawa dingin untuk berangkat ke sekolah. Ujian untuk tukang bersih-bersih yang kali ini harus juga membersihkan tumpukan salju di teras apartemen. Ujian untuk orang tua, apakah tega membiarkan anak-anak keluar berangkat sekolah di tengah hujan salju dan angin plus suhu di bawah 0 derajat.





Tapi alhamdulillah salju di Antep hanya turun sehari dua hari dalam setahun. Setelah itu ia pelahan menghilang seiring hujan yang turun atau mentari yang bersinar. Sungguh Alloh swt takkan memberi kita ujian diluar batas kemampuan kita.


Hari ini, salju sudah tak tampak lagi setelah diguyur gerimis tak henti-henti. Tanpa banyak basa-basi, alam punya cara merawat dirinya sendiri.

Lihat juga foto-foto Gaziantep bersalju.



posted from Bloggeroid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...