Wednesday, June 24, 2015

Safari Park, Gaziantep


Assalamualaikum.


Tanggal 23 April 2015, gubernur Gaziantep, Fatma Şahin membuka satu wahana baru di kebon binatang Gaziantep, Gaziantep Hayvanat Bahçesi, yang diberi nama Safari Park.

Karena penasaran, saya pun kembali mengunjungi si bonbin yang merupakan bonbin terbesar keempat di dunia, ketiga di Eropa dan paling besar di Turki. Bonbin Antep memang tempat yang indah. Walau namanya kebon binatang, tempat ini bersih luar biasa. Sampah-sampah tak tampak bergeletakan. Isi tempat sampah pun secara berkala diambil. Jadi tak ada sampah menumpuk.



Kembali ke safari park. Ternyata lokasi si safari park ini berada di dalam bonbin. Luasnya tidak seberapa dan koleksi binatangnya pun masih mengambil koleksi lama bonbin. Hanya ada sekitar 25 jenis hewan yang dibiarkan bebas berkeliaran.

Untuk masuk ke safari park, pengunjung hanya perlu menunggu bis-bis safari yang akan mengantar berkeliling bonbin dan safari park. Bis-bis itu tersedia di dekat pintu gerbang bonbin. Karena hanya bis kecil terbuka dari bonbin yang bisa masuk ke safari park maka hewan buas pun tak dilepas di dalamnya. Hewan yang ada di safari park, mulai dari unggas, binatang ternak dan sejenisnya. Mengecewakan? Tidak juga.



Kalau pembandingnya adalah Taman Safari Cisarua, safari park Antep mungkin tidak ada apa-apanya. Masih baru dan tak seberapa luas. Kalau cuma ayam, di gang juga banyak. Masalahnya di Antep, ayam-ayam tidak berkeliaran bebas di gang-gang dan tidak dipelihara di permukiman penduduk. Jadi agak susah kalau lagi kangen suara ayam berkokok. Di bonbin pun tak ada kandang khusus ayam. Lagipula, apa kita ke bonbin setiap hari?

Penting untuk menghargai usaha pemerintah propinsi Gaziantep yang terus berupaya memperbaiki fasilitas umum dan sosial di Gaziantep. Taman-taman diperbaiki. Jalanan ditambah dan ditingkatkan fungsinya. Sekarang di Antep ada jalan layang baru yang memperpendek perjalanan kami dari Beykent ke Metro, alhamdulillah. Dan konon, lokalisasi yang terletak dekat terminal antar kota Gaziantep pun akan ditutup. Jadi ingat gubernur dari kota mana itu ya, yang berniat membuka lokalisasi. Miris.

Tulisan ini bukan untuk pamer atau mencela. Sejak tinggal di Antep, saya merasa galau luar biasa. Rasa tak betah tinggal di tempat baru dan asing pelahan berganti. Saya akui, kota ini sangat jauh berbeda dari kota kelahiran saya yang saya banggakan.

Inginnya saya membangga-banggakan kota kelahiran saya yang adalah ibukota negara tapi apa yang bisa saya banggakan? Taman kota? Antep punya banyak. Bonbin? Antep punya yang terbesar se-Turki. Air? Antep punya air berkualitas. Kemacetan? Hampir tidak ada kemacetan di Antep. Susah parkir? Parkir di tempat umum di Antep itu gratis kecuali tempat-tempat tertentu yang memang bertarif. Fasilitas transportasi umum dengan koneksi internet gratis? Antep punya. Kawasan kumuh pun Antep punya tapi secara bertahap dibongkar menjadi kawasan yang lebih layak huni.

Safari park Antep memang tak seberapa. Hanya bisa lihat ayam dan teman-temannya. Kebun botaniknya pun biasa saja. Tapi dua tempat itu sudah membuktikan keseriusan dan tingkat pemahaman pemerintah dalam mengurusi kota dan orang-orang yang tinggal di kota tersebut.

Dan saya menikmatinya.
posted from Bloggeroid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...