Monday, February 29, 2016

Jurnal Homeschool Bagian 17: Latihan Menulis

Assalamualaikum.

Alhamdulillah sejak kembali dari Jakarta, si kembar mulai bisa corat-coret penuh makna. Mulai dari menggambar rumah dan mewarnainya hingga objek-objek lain sesuai imajinasinya. Bu guru tak mungkin melewatkan momen bagus tersebut.

Pertama, memaksa bapak guru membeli printer baru, hehehe. Kali ini kami membeli printer yang hitam putih.

Kedua, mencetak beberapa kertas kerja untuk si kembar latihan menulis. Sejauh ini baru soal angka 1-10 dan kebanyakan masih tracing the dots. Sesekali saya memberi kertas kerja berbeda: menulis angka. Hal itu masih lumayan menyulitkan dan bikin stres. Jadi kegiatannya diselingi dengan mewarnai dan menggambar.


Sesekali ibu menggambar untuk diwarnai si kembar


Ketiga, membiarkan mereka terus berkreasi di buku gambarnya. Kadang mereka menggambar. Kadang menulis yang sudah dipelajari. Sesukanya.



Ternyata adagium better late than early benar-benar berlaku di keluarga kami. Saya memang tak memaksa mereka sudah harus calistung dan sebagainya. Mengajarinya di saat mereka belum siap itu sangat menguras tenaga dan emosi. Daripada semua nangis, lebih baik ibu guru menyingkirkan ego dan menunggu masa yang tepat.

Selain menulis, mereka juga sudah mulai bisa menggunting tapi ini belum dilatih sepenuhnya.

Jadi, tak perlu risau melihat anak tetangga yang umurnya sebaya sudah pergi ke sekolah. Toh anak-anak kita juga belajar di rumah. Malah anak tetangga harus bersaing dengan banyak murid, anak-anak kita tak perlu bersaing. Perhatian ibu guru tercurah sepenuhnya untuk anak murid tercinta.

Salam penuh semangat dari kami untuk ibu-ibu praktisi homeschool dimanapun berada. Fighting! ^_^


posted from Bloggeroid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...