Friday, May 26, 2017

NGAJI di WARTEG: Ramadan dan Sulaiman Spirit




Assalamualaikum.

Alhamdulillah, bulan yang ditunggu-tunggu telah datang. Sudah siap menjalani hari-hari istimewa di bulan yang super istimewa ini? Semoga semua persiapan yang telah kita lakukan menjadikan kita maksimal beribadah di bulan Ramadan, insya Allah, aamiin.

Berikut ini, saya salinkan tulisan dari Daarul Quran soal Sulaiman Spirit. Semoga bermanfaat.

Sulaiman Spirit

"Ia berkata : Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah yang Maha Pemberi," Surat Shad ayat 35.

Ayat ini disampaikan KH Yusuf Mansur dalam Kajian Islam Bulanan Istiqlal (KIBI) Tarhib Ramadan 1438H di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Ahad (21/5). Menurutnya setiap kita ­-umat muslim- harus memiliki "Sulaiman Spirit".

Ia kembali membacakan lagi Surat Shad ayat 34 yang artinya, "Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat.”

Menurutnya, kita harus punya mimpi, cita-cita dan doa yang besar seperti Nabi Sulaiman alaihis salam, meskipun dalam keadaan terpuruk sekalipun. Salah apabila umat muslim tidak memiliki kesabaran, keikhlasan dan mudah putus asa saat mendapat ujian dari Allah Ta'ala.

Sulaiman Spirit bukan hanya kita terapkan saat ikhtiar menggapai cita-cita dan doa saja, sama halnya dengan beribadah dalam kehidupan sehari-hari, kita juga harus memiliki Sulaiman Spirit maka apa yang menjadi keinginan kita dikabulkan Allah.

Pada bulan Ramadan, Sulaiman Spirit ditanamkan lagi untuk meningkatkan kualitas ibadah kita dalam menjalani bulan suci tersebut, adapun macam-macam ibadah sebagai berikut :

Ibadah Imaniyyah/Ruhiyyah yakni ibadah untuk menata hati. Meskipun pelaksanaannya seolah-olah dilakukan dengan fisik yaitu menahan lapar dan dahaga serta spiritualitas. Setiap pekerjaan yang dilakukan hendaknya dibina dan didorong oleh iman hanya kepada Allah Ta'ala. Dengan itu, barulah pekerjaan itu dikira sebagai ‘ubudiyah (ibadah) kepada Allah Ta'ala. Menurut Mustafa Masyhur, ibadah yang sahih (betul) lahir daripada aqidah yang baik. Ibadah tidak terbatas pada shalat, puasa, zakat dan haji saja karena risalah dan tugas manusia dalam hidup ini ialah beribadah kepada Allah. Hidup seluruhnya ialah ibadah kepada Allah.

“Tidak Aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk beribadah kepada Aku.” (Az-Zariyat: 56)

Sebab itu setiap umat muslim harus bersungguh-sungguh merealisasikan pengertian ini dengan niat yang betul dalam setiap pekerjaan mereka.

Ibadah Jismiyyah bentuknya adalah mengutamakan fisik, contohnya menyingkirkan batu di jalan untuk menyelamatkan orang lain juga merupakan bentuk ibadah, jaga stamina dengan mengatur pola makan, istirahat dan olahraga ringan Ada pula ibadah yang bentuknya diucapkan atau qauliyah seperti dzikir. Ada pula yang merupakan kombinasi, seperti shalat.

Ibadah Maaliyah merupakan jenis ibadah yang tidak perlu diucapkan atau melakukan hal-hal yang fisik lainnya, tetapi dengan berkontribusi harta yang kita miliki, seseorang yang mampu langsung mengamalkan hartanya untuk perbuatan baik seperti sedekah dan berbagi dengan sesama.

Dengan datangnya Bulan Suci Ramadan, mari kita niatkan dari sekarang untuk meningkatkan kualitas iman dan takwa kita, dengan:

1. Niat khatam Al Qur'an 30 juz dengan terjemahan, tafsir dan tadabburnya. Bagus-bagus kalau bisa sampai 3 kali khatam.
2. Niat optimalkan puasa hingga naik derajat dari puasa awam ke puasa khusus, full tarawihnya serta qiyamullailnya.
3. Niat taubat nasuha atas segala salah dan dosa yang sudah kita perbuat.
4. Niat agar Ramadan ini menjadi start untuk berlomba-lomba dalam kebaikan maksimal hingga akhir hayat.
5. Niat memperbaiki akhlaq menjadi pribadi yang lebih baik hingga akhir hayat.
6. Niat dakwah dengan kemampuan yang kita miliki.
7. Niat sedekah terbaik kepada sesama yang membutuhkan.

Makin #KangenRamadan
Makin #KangenSedekah
________________________________________
Dukung Program Pembibitan Penghafal Al-Qur'an
BCA 603 030 8041
Mandiri 128 000 509 2975
Syariah Mandiri 074 006 5000
CIMB Niaga Syariah 520 01 00342 004
an. Yayasan Daarul Qur'an Nusantara
Konfirmasi sedekah klik s.id/daqu
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...