Saturday, December 1, 2012

Hydrogenated Oils, Berbahaya!

Ceritanya kemaren kang warteg pengen coba bikin baklava sendiri di rumah. Resepnya udah ketemu. Videonya juga banyak di youtube. Yang pasti bahannya mudah: phyllo pastry, kacang, gula, mentega cair atau minyak sayur, kayu manis, air. Yang jadi masalah adalah si kulit pastry itu. Bikin sendiri? Bisa, cuma siap-siap sakit pinggang aja. Belum kalo dakocan rewel, bisa-bisa tu kulit melayang ke kepala dakocan atau malah diacak-acak sama mereka. Beli jadi? Bisa juga. Tapi kalo bisa belilah dari tukang pastry yang disini biasa disebut yufkacı. Kalo beli yang dalam kemasan gimana? Bisa juga. Tapi kemaren saya menemukan dua kata ini: hydrogenated oils.

Contoh produk pastry, lihat "ingredients"nya!
Gambar dari sini


Apa itu hydrogenated oils?


Hydrogenated oils (atau yang terkenal dengan sebutan trans fat) biasanya dipakai sebagai pengawet makanan supaya makanan yang dikemas bisa tahan lama. Proses membuat hydrogenated oils ini adalah dengan menambahkan katalis ke dalam minyak biasa. Katalisnya berupa logam seperti nikel, platinum atau aluminium. Hasil dari penambahan katalis tadi adalah hydrogenated oils yang sebenernya membuat sebuah produk makanan jadi sedikit mirip plastik. Kan, cuma plastik ya yang tahan lama?

Si minyak yang terhidrogenasi ini menjadi lebih kental dan kalo masuk ke tubuh, ia membuat darah menjadi lebih kental dan membuat jantung bekerja lebih keras untuk mengurai si darah tersebut. Itulah kenapa si hydrogenated oils ini adalah faktor utama pencetus tekanan darah tinggi.

Akhirnya, saya ga jadi beli kulit pastry dalam kemasan itu. Ngeri membayangkan apa yang akan terjadi di dalam tubuh saya. Emang sih kan makannya ga tiap hari. Emang juga, semua hal sudah ada takdirnya. Tapi kan kalo usaha mau sehat boleh dong?

Dimana itu si hydrogenated oils berada?

Biasanya si minyak terhidrogenasi itu adanya di semua makanan yang dikemas (processed food). Kalau ada waktu, coba deh, pergi ke supermarket, liat-liat label makanan yang dikemas model si kulit pastry, atau makanan ringan. Tulisan "organik" yang tertera di bungkus makanan juga ga menjamin si makanan tersebut aman untuk dikonsumsi.

Lah, pemerintah bilang aman? Kayaknya udah ga bisa lagi ya nurut sama pemerintah yang kita ga kenal siapa aja orang-orang yang ada di dalamnya. Lebih baik kita waspada dan siaga untuk diri sendiri dan keluarga. Sukur-sukur kalo ada pembaca yang juga ikut waspada. Bukan mau menakut-nakuti. Artikel ini cuma sekedar pengingat ada bahaya yang mengancam kita di luar sana.

Jadi, bikin baklavanya pake apa?

Kalo bisa sih, kita membiasakan diri membuat sendiri makanan yang akan kita makan. Yang namanya makanan (food) itu adalah semua bahan mentah, sayuran atau buah, yang kita olah menjadi makanan. Yang pasti kita lebih yakin bahan makanan yang masuk ke dalam tubuh kita dan anak-anak kita.

Kulit baklavanya buat sendiri dong? Saya sih masih beli di yufkacı karena yufkaci biasanya buka setiap hari dan mereka punya target produksi harian. Tiap hari si yufkacı akan berdiri di tokonya sambil ngegilas adonan membuat kulit pastry.

Terus baklavanya jadi? Belum jadi. Masih error. Hehe. Sementara liat fotonya aja dulu yak sambil doain saya semoga lain kali bisa beneran bikin baklava sendiri. Aamiin.

Baklava & Kadayıf dari Toko Baklava Lokal

Disarikan dari natural news.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...