Tuesday, March 5, 2013

Cerita Mudik (2): Hati-Hati Belanja di Supermarket Diamond

Sebenarnya saya ga mau mengungkit-ungkit luka lama (ceile) tapi untuk berbagi pengalaman supaya yang begini ini tidak terjadi pada teman semua, baiklah, mari saya ceritakan (ehem ehem).

Sore itu kami sekeluarga (saya, suami, anak-anak dan adik saya serta anaknya) pergi berbelanja di supermarket Diamond yang berada di Mall Artha Gading Jakarta Utara. Namanya juga ke mall, saya ga punya pikiran jelek atau apapun namanya. Anak-anak kami bawa dengan kereta bayi dan tas saya yang berisi dokumen, kamera dan kebutuhan anak (popok dll) saya gantung di kereta bayi yang selalu saya dorong kemana pun saya pergi. Oleh karena itu, sampai detik ini, otak saya ga nyampe untuk menyadari kapan dan bagaimana tas itu bisa hilang dari kereta bayi.




Ya, tas itu hilang atau diambil orang saat kami berada di dalam supermarket Diamond. Sudah cukup lama
(cukup waktu untuk si pelaku melarikan diri) saat saya menyadari bahwa tas sudah tidak ada di tempatnya.

Adik saya langsung lapor ke petugas keamanan tapi apa daya. Fakta di lapangan menunjukkan beberapa hal berikut:

1. Kamera CCTV yang terpasang di 16 titik masih dalam masa percobaan. Layar monitor pun hanya ada 1.

2. Petugas keamanan tidak diperbolehkan masuk ke area belanja. Tapi mereka juga tidak berkoordinasi dengan SPG atau petugas kebersihan yang punya akses lebih luas.

3. Supermarket sebesar Diamond itu hanya punya 13 petugas keamanan (5 orang jaga siang, 5 orang jaga malam, 1 orang jaga di pos yang kecil dan sumpek di belakang eskalator, dan 2 orang libur).

4. Tidak ada peringatan dari pihak manajemen bahwa pengunjung harus berhati-hati dengan tas atau barang bawaannya seperti yang biasa dilakukan oleh supermarket atau mall besar lainnya.

5. Surat keterangan hilang yang diberikan merupakan surat hilang terbitan lama yang belum diperbarui. Surat tersebut mencantumkan tempat kejadian di Bandung padahal supermarket tersebut berada di Jakarta.

6. Sebelum kejadian yang menimpa saya, sudah ada beberapa kejadian kehilangan yang sama tapi tetap tidak bisa diatasi dengan baik. Apa memang ada jaringan penjahat yang sering beraksi di situ?

Akhirnya, saya hanya diberi surat keterangan hilang yang ternyata tidak banyak gunanya. Di kantor polisi, petugas yang membuat BAP hilang pun tidak menanyakan. Proses BAP diulang dari awal. Hari kedua, saya kembali kesana untuk menanyakan apa yang telah mereka lakukan untuk menindaklanjuti peristiwa tersebut mengingat dokumen penting yang hilang. Namun, petugas keamanan hanya mengulang apa yang mereka sampaikan sebelumnya. (mirip kaset rusak).

Melihat kenyataan seperti itu, saya tidak berani berharap banyak tas saya atau paling tidak salah satu isinya akan kembali. Tapi saya bisa menulis dan berbagi cerita ini. Yang namanya kecopetan atau peristiwa tidak mengenakkan lain bisa terjadi pada siapa saja dan dimana saja karena adanya kesempatan (kata bang napi). Menurut saya, supermarket Diamond ini punya banyak kelemahan yang bisa dimanfaatkan oleh orang-orang yang memang berniat jahat. Lalu apa fungsi 13 petugas keamanan yang ada disitu? Sampai saat ini saya menduga, mereka hanya sekedar ada disitu karena mereka bisa dengan bangganya bercerita bahwa ada banyak orang lain yang mengalami nasib seperti saya. (heh?)

Jadi, kalau untuk berbelanja, saya menyarankan teman-teman mencari supermarket lain yang lebih aman dan nyaman. Pastikan juga tas atau barang bawaan terjaga dari tangan-tangan usil.


4 comments:

  1. Memang mengecewakan pelayanan disitu....supervisornya marah marah karena saya coba jeruk..pdhl jeruk yang dicoba juga mau dibeli sebanyak 3kg.

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...