Thursday, December 12, 2013

Kegiatan Homeschool Kami

Kegiatan belajar di rumah atau homeschool buat si kembar sudah dimulai walau ibu guru masih belum konsisten. Daripada seharian hanya habis nonton kartun Turki supaya mereka menyerap kosakata bahasa Turki, lebih baik saya menambah kegiatan mereka supaya kemampuan yang lain seperti kemampuan motorik mereka juga terasah.

Homeschool buat si kembar tidak menghabiskan banyak waktu karena emak tangannya cuma dua, hehe dan ada hal lain yang harus dikerjakan. Jadi dalam sehari, ibu guru hanya menghabiskan waktu satu jam. Ngapain aja sih?

Habis sarapan dan urusan lain, saya baru bisa meluangkan waktu untuk duduk dan belajar bersama si kembar. Jika pagi itu seharian kami keluar rumah maka kegiatan dipindah ke siang atau sore hari. Yang penting mereka menikmati semua kegiatan yang mereka lakukan.


Beberapa kegiatan yang sudah kami lakukan adalah

1. Belajar memegang crayon (alat tulis)
Agak percuma mengharapkan anak umur dua tahun mewarnai dengan rapi. Jadi, sementara hanya latihan memegang alat tulis.

2. Bermain puzzle
Puzzle ini sebenarnya sudah dibeli sejak mereka berumur setahun. Sengaja, hehe. Mereka suka sekali puzzle ini. Saking sukanya mereka kadang menyembunyikan anak puzzle di kolong lemari. Hadeeeh. Puzzle yang saya maksud adalah puzzle bentuk bukan puzzle njelimet beratus-ratus biji itu yaaa.

3. Bermain makaroni
Makaroni dari dapur ditempatkan di wadah dan beri wadah bekas telor isi 30 butir. Mereka akan dengan senang hati menempatkan makaroni satu per satu di wadah telor. Kalau tak sabar, ditumpahkannya semua. Atau dilempar ke lantai. Jangan lupa untuk mengajak mereka memungut kembali makaroni yang bertebaran di lantai. Sekalian mereka belajar beres-beres, hehe.

4. Menempelkan objek
Objek yang saya maksud adalah kertas berwarna yang sudah dipotong. Untuk "menyiksa" mereka, kertas berwarna tersebut adalah kertas hasil melubangi kertas utuh dengan pembolong kertas. Kemudian ditempel di atas kertas yang sudah diberi gambar lingkaran. Memang agak sulit tapi mereka suka memegang lem batangan dan berusaha menempelkan satu per satu. Anak saya yang perempuan sempat marah-marah karena frustrasi si kertasnya tidak jua menempel. Tapi dia ketagihan dan ingin lagi dan lagi.

5. Bermain lilin
Yang ini saya rasa masih terlalu dini untuk anak usia dua tahun karena anak saya yang laki-laki selalu tak lupa menjilat atau mencicipi lilin aneka warna itu. Jadi, saya simpan kembali untuk lain kali yang masih entah kapan.

6. Bermain batang plastik
Yang ini saya beli di market terdekat dengan harga 1tl untuk sekotak batang plastik. Bentuknya seperti tusuk gigi tapi tidak tajam. Warnanya pun beraneka macam. Katanya sih, biasa dipakai di sekolah dasar untuk berhitung. Saya gunakan batang plastik ini bersama cetakan bolkus saya. Mereka bisa belajar memasukkan batang ke dalam cetakan bolkus.

7. Membaca buku
Sejauh ini buku yang kami baca adalah buku yang banyak gambarnya. Jika buku cerita yang saya gunakan berbahasa Turki, saya hanya akan bercerita sesuai gambar saja. Maklum, bahasa Turki saya belum canggih, hehe. Yang penting anak-anak mengerti maksud ceritanya.

Sejauh ini kegiatan itulah yang kami lakukan berulang-ulang. Belum ada keluhan. Hanya saja, jika kegiatan tersebut membosankan, anak-anak akan langsung melempar-lempar dan kehilangan fokus. Jadi, ibu guru harus fleksibel dengan cadangan kegiatan dan waktu belajar. Yang penting semua hepi.

2 comments:

  1. wah.. mantab mbak!
    bisa jadi rujukan deh buat anakku.
    thanks for sharing

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...