Friday, June 12, 2015

NGAJI di WARTEG: Kenapa Saya?



Assalamualaikum.

Sering kita merasa bahwa Allah telah menimpakan begitu banyak cobaan dan membuat kita susah sementara orang lain terlihat hepi-hepi wae dengan hidupnya. Tanpa ada cobaan yang berarti. Benarkah? Jangan-jangan cara pandang kita yang salah dan kita yang salah menyikapi segala cobaan yang kita jalani. Sesungguhnya bukan  hanya kita yang dicoba oleh berbagai masalah.



Ketika kita disakiti oleh orang-orang dalam keluarga, ingatlah nabi Yusuf as yang dikhianati oleh saudara-saudaranya.

Ketika kita merasa bertentangan dengan orang tua kita (dalam soal agama), ingatlah nabi Ibrahim as yang diusir oleh ayahnya ketika nabi Ibrahim mengajak sang ayah untuk menyembah Allah swt.

Ketika kita diolok-olok dan direndahkan hanya karena kita memilih agama dan aqidah dibanding dunia, ingatlah Rasulullah saw yang menghadapi masalah yang sama.

Ketika kita dihadang masalah dan merasa tak ada jalan keluar, ingatlah nabi Yunus as yang masuk ke perut ikan paus.

Ketika kita jatuh sakit dan merasa tak berdaya, ingatlah nabi Ayub as yang ditimpakan penyakit yang lebih parah dari penyakit kita.

Ketika kita mempunyai kekurangan fisik, ingatlah nabi Musa as yang bicaranya tak sempurna.

Ketika seseorang memfitnah kita, ingatlah Aisyah ra yang juga difitnah oleh seisi kota.

Ketika kita merasa sendirian, ingatlah nabi Adam as yang juga merasa sendirian ketika diturunkan ke bumi oleh Allah swt.

Ketika kita merasa semua tak masuk akal dan mempertanyakan segala hal, ingatlah nabi Nuh as yang membuat kapal terbesar tanpa banyak tanya.

Ketika kita dihadapkan pada begitu banyak musibah dan cobaan, ingatlah mereka dan berhentilah berkata "Kenapa saya?". Ucapkan alhamdulillah sebagai bentuk syukur kita kepada Allah swt. Alhamdulillah untuk segalanya. Semoga bermanfaat.

*dari grup whatsapp

posted from Bloggeroid
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...