Sunday, March 27, 2016

Menyaksikan Penampilan Perdana Rio Haryanto di Laga Balap Mobil F1

Assalamualaikum.

Itu judulnya harus ditambah kata "sekilas" karena pas udah nemu situs yang menayangkan langsung jalannya balapan F1, pas mertua nginep di rumah dan pas dia bangun, jadilah saya harus menyiapkan sarapan. Kelewat deh balapannya.


RH88, Albert Park, Melbourne
Foto: Manor Racing


Tapi saya tertarik memberikan sedikit ulasan, a la emak-emak yang pernah "gila" Formula One. Ya, saya dulu penggemar ajang balap jet darat itu. Tiap bulan beli majalahnya, baca beritanya, nonton balapannya. Sampe apdet blog tentang balapannya. Sampe bisa bikin esai soal salah satu pembalapnya.


Setelah itu saya insap, haha, dan berhenti apdet soal balapan tersebut. Mungkin faktor usia juga. Faktor pindah ke Antep juga, ga punya temen buat ngebahas F1. Dan faktor Fernando Alonso, pembalap andalan saya kala itu, ga juga jadi The Next Schummy. Sepertinya beliau sudah anti-klimaks.

Rio Haryanto
Foto: Manor Racing
Tahun ini, saya kembali "melihat" balapan F1 karena ada pembalap Indonesia yang turun berlaga. Yeay! Akhirnya!

Rio Haryanto, pembalap Indonesia yang akhirnya berhasil duduk di salah satu jet darat itu dan menjadi pembalap Indonesia pertama yang berlaga di balapan F1. Fantastis. Luar biasa. Top.

Jadi, wajar saja kalau ratusan juta, eh, kali ga semua juga ya, mendadak jadi penggemar F1 demi melihat Rio. Keberhasilan putra-putri Indonesia di kancah internasional tentunya membanggakan sekaligus menjadi angin segar di tengah carut-marut keadaan sosial politik dalam negeri.

Hari itupun tiba. Hari balapan pertama di Albert Park, Melbourne, Australia. Tapi, pagi-pagi, Rio sudah kena ujian: menabrak pembalap lain ketika keluar di pit lane saat kualifikasi. Kualifikasi itu dilakukan untuk menentukan posisi di garis START saat balapan dimulai. Alhasil, Rio memulai balapan dari posisi paling buncit karena ia terkena penalti akibat kesalahannya itu.


Rio Kena Penalti -- Formula1.com

Sebenarnya hal itu bukan murni kesalahan Rio juga, sih. Yang saya tau, balapan di F1 itu adalah balapan yang menuntut koordinasi yang rapi. Ada mekanik, ada engineer, ada pit crew yang bertugas mengganti ban dan sebagainya. Ada strategi masuk pit, ada mesin, ada soal cuaca dan pastinya ada ijin Alloh swt. Jika salah satu dari komponen itu ga pas, hasil balapan pun bisa diluar perhitungan. Makanya, sekelas Fernando Alonso saja tidak bisa terlalu hebat ketika bersama Ferrari, tim balapan yang hebat. Malah dia bisa jadi juara dunia ketika berada di tim Renault yang tidak sehebat Ferrari, katanya.

Soal menabrak, pembalap Jepang Takuma Sato itu juga "hobi" nabrak saat balapan dan cukup membuat kesal Michael Schumacher, juara dunia F1 legendaris. Keliatan banget beda level, yak?

Setelah insiden tabrakan di kualifikasi, Rio lagi-lagi kena masalah saat balapan dan akhirnya DNF, tidak berhasil menyelesaikan balapannya karena ada masalah driveline, menurut Manor Racing, tim yang menaungi Rio. Kali inipun, kita tidak bisa menyalahkan Rio sepenuhnya. Yang kita bisa adalah tetap mendukungnya seperti yang sudah dilakukan banyak orang Indonesia hingga Manor Racing bikin twit khusus soal dukungan fans dari Indonesia yang pengertian. Cieeeh.





Penampilan perdana yang tidak terlalu cemerlang walau tidak bisa dibilang buruk juga. Cuma belum waktunya kali ya? Masih ada banyak seri hingga seri terakhir di Abu Dhabi. Kita doakan Rio bisa terus memperbaiki diri memberikan yang terbaik dan semoga Alloh ijinkan Indonesia Raya berkumandang di salah satu sirkuit balapan F1. Aamiin.




Lihat hasil balapan Formula1 di Australia, 2016
Ikuti perkembangan Manor Racing di Twitter dan Facebook
Dukung terus Rio Haryanto di ajang Formula1 2016.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...