Wednesday, June 29, 2016

Memulai Homeschool


Assalamualaikum.

Homeschool. Apa itu homeschool? Bagaimana memulainya?

Homeschool, sesuai namanya adalah sekolah rumah atau belajar di rumah. Itu berarti kita ga perlu pergi ke sekolah. Cukup di rumah saja. Homeschool adalah unik karena tiap keluarga pasti berbeda dalam melakukan proses belajar mengajarnya.

Bagaimana memulainya?
Homeschool kami dimulai ketika anak-anak berusia dua tahun. Waktu itu saya mendengar adanya webinar tentang homeschool yang diadakan Rumah Inspirasi. Jadi, langkah awal saya memulai homeschool adalah belajar soal homeschool. Ingat ilmu dulu sebelum amal. Tau dulu ilmunya sebelum mengamalkannya.

Saya merasa sepakat dengan apa yang disampaikan di webinar tersebut. Apalagi saya merasa lingkungan di sini kurang kondusif. Konon, Antep menempati urutan 81 dari 82 kota dalam urusan pendidikan. Bukan sesuatu yang patut dibanggakan deh ya. Makanya homeschool walaupun belum secara resmi diakui di Turki menjadi pilihan saya. Pendeknya, saya belum bisa memercayai sistem pendidikan di sini.

Setelah tau sedikit ilmu soal homeshool, saatnya praktek. Langsung nyebur, apapun yang terjadi. Apa saja bekal memulai homeschool?

1. Niat.
Pasang niat dan tekad yang kuat. HS bukan untuk gaya-gayaan. HS adalah usaha memenuhi tanggung jawab sebagai orang tua. Dalam quran, Allah swt memerintahkan kita untuk memelihara diri kita dan keluarga dari siksa api neraka. Satu-satunya cara untuk menjalankan perintah tersebut adalah dengan pendidikan yang tidak bisa diserahkan begitu saja kepada sekolah, lembaga atau pihak lainnya.

2. Target, Visi dan Misi.
Buat target belajar sesuai perkembangan anak. Tentukan visi dan misi agar proses belajar tidak melebar kemana-mana. HS adalah proses panjang seperti lari maraton. Waktunya lama, pelan-pelan dan hasilnya baru bisa kita nikmati suatu hari nanti.

3. Pikiran yang Terbuka.
Pikiran yang terbuka untuk menyerap ilmu pengasuhan dan mengikuti perkembangan teknologi penunjang belajar adalah sebuah kebutuhan. Kita tidak bisa ngeyel dan keras kepala karena ada anak yang juga harus diperhatikan pendapat dan pikirannya.

4. Alat Bantu Belajar.
Alat bantu belajar meliputi banyak hal. Dari pensil warna hingga gadget canggih. Dari kertas warna hingga papan tulis. Dari yang murah meriah hingga yang mahal sekali. Semua bisa dipenuhi sesuai dengan kebutuhan. Yang pasti biaya HS adalah tergantung keadaan setiap keluarga dan biasanya relatif lebih terjangkau. Beberapa alat bantu belajar yang pernah kami buat bisa dilihat di Jurnal Homeschool kami.

5. Doa
Semua yang kita kerjakan takkan bisa berhasil tanpa ijin Allah swt. Kemampuan anak-anak menerima ilmu dari orang tua pun tak terlepas dari ketentuan Allah swt. Jadi, selipkan selalu doa dalam setiap langkah dan usaha. Semoga Allah swt memudahkan semua urusan kita.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...