Monday, January 2, 2017

Blog Lama Tapi Baru di Tahun (yang) Baru




Assalamualaikum.

Alhamdulillah, memasuki tahun 2017, blog ini ganti kulit, kayak ular. Gambar makanan yang biasanya ada di bagian atas alias blog header, berubah karena gambarnya sudah tidak mewakili isi blog yang bukan cuma soal resep makanan saja. Belakangan memang saya ga banyak menghabiskan waktu di dapur. Kata orang, kita ini sedang membangun rumah tangga, bukan rumah makan. Jadi jangan masak melulu. ^^

Blog header itu sempet berganti beberapa kali. Untuk urusan yang satu ini, saya termasuk alay. Banyak maunya dan seleranya gampang berubah. Akhirnya, saya pilih yang terakhir itu. Semoga ga ganti lagi deh.

Seperti yang tadi saya bilang, awalnya, blog ini berisi resep-resep yang sudah dicoba di dapur kami. Sebenarnya saya ga pernah terpikir untuk membuat blog masakan atau kumpulan resep karena saya bukanlah orang yang suka wisata kuliner atau mencoba makanan-makanan baru. Lah wong melon aja saya ga doyan, hihihi. Terlalu banyak makanan yang saya ga suka. Picky eater, istilahnya. Tapi seiring waktu, jauh dari tanah air membuat saya merindukan makanan kampung halaman sehingga saya pun dipaksa membuat sendiri makanan yang saya inginkan. Terlebih lagi, lidah Jakarta saya masih belum akur juga sama masakan lokal. Jadilah, blog ini.

Dalam perkembangannya, blog ini juga menjadi tempat saya menyalurkan hasrat menulis dan mengeluarkan uneg-uneg yang menuh-menuhin kepala. Selain itu, belakangan, blog ini menjadi tempat berbagi apapun yang bisa saya bagi, dengan harapan para pembaca yang kiranya senasib dengan saya bisa memanfaatkan informasi yang saya bagi di sini. Sekarang bukan hanya resep yang bisa dilihat di blog ini. Cara membuat kasur hingga cerita perkawinan campuran bisa dibaca di sini. Kesannya campur aduk? Ya, seperti warteg kan, segala menu ada. Dan saya masih belum sanggup mengelola banyak blog. Jadi, satu untuk semua, kayak esceteve.

Pernah suatu kali, ada yang bertanya, "Kalau udah punya blog, buat apa?"

Buat apa ya? Ya, mungkin apa yang saya jelaskan di atas itu bisa menjawab pertanyaan tersebut. Menulis menjadi pilihan saya untuk menyuarakan isi hati. Mengaktualisasikan diri mungkin juga bisa menjadi salah satu alasan saya tetap menulis di blog, apapun tulisannya. Apalagi setelah menikah, saya lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Waktu berpikir lebih banyak, teman diskusi face-to-face ga ada, maka blog lah solusinya.

Akhir kata, saya mengucapkan banyak terima kasih kepada para pembaca blog ini, dimanapun Anda berada. Doakan saya semoga saya tetap istiqomah dan amanah dalam mengelola blog ini dan semoga hanya manfaat serta kebaikan saja yang bisa diambil dari sini. Saran dan masukan, jika ada, bisa disampaikan di kolom komentar. Terima kasih.

Tambahan:
Beberapa postingan di blog ini saya hapus karena fotonya "menghilang". Semoga beberapa di antaranya bisa diposting ulang dengan foto yang baru. -,-


Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...