Friday, January 24, 2014

NGAJI di WARTEG: Menahan Amarah dan Syahwat (Ringkasan Tazkiyyatun Nafs)



Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillahirobbil ‘alamin, wabihi nasta’in ‘ala umuriddunya waddin, ashsholatu wassalamu’ala asrofil ambiyaa iwal mursalin wa’ala alihi washohbihi ajma’in. Robbisrohli sodri, wayassrili amri, wahlul uqdatammilisani yafqohu qouli, amma ba’du. 

Pada kesempatan ini, saya bermaksud berbagi ringkasan buku yang sedang saya baca, yaitu Tazkiyyatun Nafs. Mudah-mudahan ini menjadi sebuah usaha untuk terus istiqomah dalam membaca dan mengikat ilmu dengan menuliskannya kembali. Aamiin.

Bagian yang saya ringkas kali ini adalah tentang pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia.

Tazkiyyatun nafs adalah penyucian jiwa yang diajarkan para nabi. Masalah penyucian jiwa adalah masalah penting dan banyak disebut dalam alquran. Salah satunya dalam surat As Syams ayat 9-10:

Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Salah satu cara kita menyucikan jiwa, selain melakukan ibadah-ibadah yang diajarkan nabi adalah mengetahui pintu-pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia karena sebagaimana kita ketahui, setan adalah musuh yang nyata bagi manusia yang beriman kepada Alloh.

Pintu-pintu masuk setan ke dalam jiwa manusia adalah, diantaranya:
1. Amarah dan syahwat
2. Dengki, tamak dan riya
3. Berlebih-lebihan dalam masalah harta, perhiasan, perabotan dll
4. Terlalu kenyang
5. Terburu-buru
6. Bakhil dan takut miskin
7. Fanatik terhadap mazhab
8. Mengajak orang awam untuk berpikir tentang zat Alloh
9. Buruk sangka pada muslimin

1. Amarah dan syahwat
Masalah marah ini terdapat dalam hadis berikut:
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada seorang laki-laki berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam: “Berilah wasiat kepadaku”. Sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam: “Janganlah engkau marah”. Maka diulanginya permintaan itu beberapa kali. Sabda beliau: “Janganlah engkau marah”.(HR. al-Bukhari)

dan juga disebutkan dalam qs ali imran ayat 133-134:
Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.

Sehingga jelas, karena menahan amarah dibalas dengan surga oleh Alloh maka setan berusaha sekuat tenaga untuk membuat kita terperangkap dalam amarah dan menemaninya kelak di neraka. naudzubillahi min dzalik.

Sedangkan syahwat (nafsu atau selera), kebradaannya tidak tercela atau dicela tetapi dalam Islam, kita diingatkan untuk tidak belebihan atau melewati batas dalam masalah syahwat. Rasulullah telah menyebut masalah syahwat ini dalam hadis: 

"Sesungguhnya di antara yang aku takutkan atas kalian, ialah syahwat mengikuti nafsu pada perut dan pada kemaluan kalian serta fitnah-fitnah yang menyesatkan". HR Ahmad

Syahwat perut itu berarti cara makan kita. Ada hadis yang menyebutkan tentang tidak disukainya makan berlebihan: 

"Tidaklah manusia memenuhi wadah yang lebih buruk daripada perutnya. Cukup bagi anak Adam beberapa suap yang menegakkan tulang punggungnya. Jika tidak ada pilihan, maka sepertiga untuk makanannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya" HR Tirmidzi

Dalam buku Tazkiyatun nfs pun disebutkan, dalam banyak makan terdapat lima sifat tercela:
1. menghilangkan rasa takut kepada Alloh dari dalam hati
2. menghilangkan kasih sayang kepada sesama makhluk
3. menghambat letaatan
4. menghambat datangnya dan keluarnya hikmah
5. menimbulkan penyakit

Selain syahwat perut ada juga syahwat kemaluan yang diciptakan Alloh dengan hikmah dan manfaat. Namun jika syahwat ini tidak dikendalikan dengan baik, ia akan mendatangkan banyak musibah dan kehancuran. Oleh karena itu Alloh memerintahkan kita menahan pandangan karena pandangan adalah awal dari fitnah syahwat, QS An Nur: 31.

Nah, kedua hal ini ada dalam daftar pertama pintu masuk setan ke dalam jiawa manusia. Setan akan dengan mudah masuk jika kita terperangkap dalam amarah dan jika kita tidak dapat mengendalikan hawa nafsu kita. 

Cara menjaga pintu-pintu masuk itu adalah dengan banyak berdzikir dan bertaqwa kepada Alloh swt. Insya Alloh dalam kesempatan lain saya akan teruskan ringkasan ini. Semoga bermanfaat. Billahitaufiq wal hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...