Friday, August 8, 2014

NGAJİ di WARTEG: Mengapa Jauh dari Alquran



Assalamualaikum.

Sudah tilawahkah hari ini? Lebih sering mana, buka quran atau buka gadget? Pertanyaan-pertanyaan sederhana seperti itu sudah selayaknya menjadi perhatian kita karena seiring dengan makin dekatnya hari akhir, makin jauh kita dari kitab suci agama kita sendiri. Padahal jika kita memiliki interaksi yang baik dengan quran, ia bisa menjadi syafaat buat kita kelak. Semoga tulisan dibawah ini bermanfaat dan menyadarkan kita untuk segera memperbaiki kualitas interaksi kita dengan quran.

3 PENYEBAB SEORANG MUSLIM TIDAK atau JARANG BERINTERAKSI  dengan AL QURAN

1. Merasa sulit

Allah sudah mengatakan di dalam Al Quran bahw Al Quran itu mudah dipelajari.

Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran? (QS 54:17)

Ayat tersebut merupakan jaminan Allah kepada kita bahwa Al Quran mudah dipelajari. Mempelajari Al Quran dimulai dengan membacanya. Jadi yakinlah bahwa kita semua bisa mempelajari Al Qur'an. Masalahnya apakah kita mau?


Sekarang kemajuan teknologi sudah sedemikian canggih sehingga kita bisa lebih mudah berinteraksi dengan Al Quran dan mempelajarinya.

2. Merasa tidak punya waktu

Jika kita merasa tidak punya waktu untuk berinteraksi dengan Al Quran, maka berhati-hatilah. Jangan-jangan kita termasuk orang yang kufur nikmat, yaitu terhadap nikmat waktu.

Allah sudah mengatur bahwa satu hari 24 jam. Demikian juga dengan umur,  Allah telah menetapkan umur tiap manusia. Itu artinya waktu 24 jam sehari dan berapapun umur kita, baik panjang umur maupun mati muda, sebenarnya itu cukup untuk dipakai beribadah pada Allah termasuk untuk berinteraksi dengan Al Quran, asalkan kita bisa mengaturnya dan memanfaatkannya secara maksimal.

Jadi kuncinya adalah memanfaatkan waktu benar-benar hanya untuk hal-hal yang mendukung pencapaian tujuan kita. Tujuan kita hidup adalah menjd khalifah di muka bumi dan beribadah kepada Allah, dan ujung-ujungnya supaya  masuk surga. Jadi lakukanlah aktivitas yang bisa membuat kita masuk surga/bernilai ibadah dan tinggalkan yang sebaliknya.  Kalo sudah bisa memilah mana aktivitas yang bernilai ibadah dan mana yang tidak, maka kita akan punya waktu untuk tilawah/berinteraksi dengan Al Quran, in syaa Allah.

3. Malas

Rasa malas muncul dari rasa tidak yakin. Rasa tidak yakin atau ragu  pada sesuatu hal akan membuat kita tidak termotivasi melakukan hal tersebut. Contoh gampangnya misal di dunia MLM. Banyak orang tidak mau bisnis MLM karena merasa tidak yakin dengan kebaikan, keberhasilan, dan keuntungan berbisnis dengan cara tersebut.

Jadi jika seorang  muslim merasa malas atau tidak bersemangat atau tidak termotivasi untuk berinteraksi dengan Al Quran, maka berhati-hatilah karena disadari atau tidak, diakui atau tidak, hal tersebut adalah cermin dari ketidakyakinan terhadap Al Quran. Masalahnya, kalo seorang mengaku muslim tapi tidak yakin dengan Al Quran, maka apa lagi yang akan dia yakini?

Naudzubillah, semoga Allah melindungi kita dari ketiga keadaan  di atas.
Aamiin.

Salah satu cara yang dapat kita lakukan untuk menyemangati dan memotivasi diri agar mau berinteraksi dengan Al Quran adalah dengan sebanyak mungkin mengajak orang lain (khususnya keluarga kita) untuk melakukan hal yg sama. Jd dengan mengajak orang lain, sebenarnya kita sedang mengajak dan mengingatkan diri kita sendiri.

Wallohu'alam.
Semoga bermanfaat.
Sumber: pengajian Ramadhan BRI (2006)

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...